Isu food waste atau limbah yang dihasilkan dari sisa pangan, menjadi topik yang sedang banyak dikaji baik di kalangan praktisi maupun akademisi. Hal ini tidak terlepas dari fenomena meningkatnya jumlah timbulan sisa pangan setiap tahun yang berdampak pada lingkungan, kesehatan, sosial, dan ekonomi. Timbulan food waste tidak hanya terjadi pada tahap produksi makanan, namun juga pada tahap konsumsi. Pada tahap konsumsi, konsumen berperan penting dalam upaya penurunan dan pencegahan food waste yang mana hal ini dapat dilakukan apabila konsumen memiliki kesadaran terkait isu ini. Atas dasar hal tersebut, tim dari Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM, yang terdiri dari Marina Hardiyanti, S.Gz., M.Sc, Hanif Adinaya Pawestri, S.Gz., Satria Perdana, S.Gz., Dietisien, dan Gisela Silverine Widyananda melakukan survei terhadap mahasiswa kesehatan di lingkungan FK-KMK UGM terkait persepsi dalam memandang isu food waste. Berdasarkan survei daring yang diisi oleh 105 mahasiswa dari berbagai jenjang dan program studi didapatkan hasil bahwa sebagian besar mahasiswa yang berusia rata-rata 22 tahun berpersepsi bahwa kelompok usia muda (gen-z) lebih banyak menghasilkan food waste. Sementara itu, alasan terbesar menyisakan makanan menurut 48% mahasiswa adalah karena makanan yang dibeli ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi atau preferensi. Meskipun timbulan sisa makanan masih terjadi di kantin kampus, namun >50% responden mengapresiasi bahwa setidaknya sudah ada upaya pencegahan food waste yang dilakukan di lingkungan kampus meskipun perubahannya belum signifikan. Sebanyak 58% mahasiswa memiliki pandangan bahwa upaya dalam pencegahan dan pengurangan food waste di kantin kampus masih perlu ditingkatkan misalnya dengan memberi harga diskon pada kelebihan makanan yang tidak habis terjual di kantin, penyediaan sarana penyimpanan makanan untuk makanan berlebih atau makanan yang tidak habis namun masih layak konsumsi, dan pengadaan media edukasi dan promosi kesadaran terhadap food waste di area kantin dan lingkungan kampus.
Sisa pangan atau yang lebih akrab dengan istilah food waste merupakan salah satu masalah global yang menjadi prioritas penanganan dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) khususnya pada poin 12.3 yaitu mengurangi limbah sisa pangan secara global sebesar 50% per kapita baik di tingkat produsen maupun konsumen di tahun 2030. Menilik data pada dashboard Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional Tahun 2025, jumlah sampah yang berasal dari sisa makanan sebesar 40.68% dari total seluruh timbulan sampah secara nasional. Sementara itu, bersumber dari data yang sama, DIY khususnya Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta memiliki kontribusi sampah dari sisa makanan sebesar 46.49% dan 48.35% dari total timbulan sampah. Sebanyak 5% dari total sisa makanan yang terbuang berasal dari penyelenggaraan makanan seperti kantin, kafetaria, hotel, dan usaha makanan lainnya. Pengurangan limbah sisa pangan di tingkat produsen, secara khusus pada penyelenggaraan makanan tentunya tidak terlepas dari peran perilaku konsumen. Oleh karenanya, tim dosen Departemen Gizi Kesehatan Marina Hardiyanti, S.Gz., M.Sc bersama alumni dan mahasiswa Prodi S1 Gizi, Hanif Adinaya Pawestri, S.Gz., Satria Perdana S.Gz., Dietisien, dan Gisela Silverine Widyananda menginisiasi survei kepada 105 responden yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan dan program studi di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM yang menjadi konsumen kantin dan kafetaria di lingkungan kampus FKKMK untuk mengetahui gambaran perilaku mahasiswa terhadap food waste.
Peringatan Hari Gizi Nasional tahun ini disemarakkan dengan kegiatan penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan secara meriah di Kabupaten Sleman. Acara penting ini diselenggarakan di bawah naungan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas kesehatan masyarakat. Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan edukasi gizi di lingkungan sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Sleman. Kehadiran organisasi profesi ini mempertegas komitmen praktisi kesehatan dalam mendukung program perbaikan gizi nasional secara berkelanjutan.
YOGYAKARTA – Departemen Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada secara resmi melaksanakan agenda Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pengelola Departemen pada hari Rabu, 14 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Meeting 2, Gedung Gizi Kesehatan dengan dihadiri oleh jajaran pengelola masa bakti 2021–2025 serta pengelola baru masa bakti 2026–2031.

Acara inti dimulai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan dari pengelola lama kepada pengelola baru sebagai simbol estafet kepemimpinan dan tanggung jawab. Suasana kegiatan berlangsung secara hikmat dan penuh suka cita, mencerminkan rasa syukur atas selesainya masa bakti sebelumnya dan optimisme menyambut kepengurusan baru.
Program tahunan International Nutrition and Health Symposium (Inhesion) kembali dilaksanakan oleh Departemen Gizi Kesehatan dan Himpunan Mahasiswa Gizi Kesehatan (Himagika) FK-KMK UGM. Simposium ini akan dilaksanakan pada:
Hari, Tanggal : Minggu, 19 Oktober 2025
Waktu : 07.30–14.30
Tempat : Auditorium Sidomukti Hotel MM UGM
Tema simposium yang diangkat tahun ini adalah “Sustainable Nutrition in the Face of Climate Change.” Tema tersebut merupakan wujud dedikasi Departemen Gizi FK-KMK UGM dalam mewujudkan kesehatan global melalui nutrisi yang berkelanjutan. Selain itu, tema tersebut juga berkaitan dengan upaya pencapaian SDGs, khususnya SDGs 2, 12, dan 13 yang menekankan pentingnya ketahanan pangan serta aksi nyata terhadap perubahan iklim.
Apresiasi Hasil Progress Test Tahun 2025
A. Peringkat Mahasiswa Angkatan 2022 dengan Nilai Tertinggi dalam Progress Test Tahun 2025:
- Fara Maulida Ajmala dan Fidella Citromulyo
- Fatma Nurhayati
- Alfando Tin’Al Inso Ode
B. Peringkat Mahasiswa Angkatan 2022 dengan Kenaikan Nilai Tertinggi dalam Progress Test Periode Tahun 2024-2025:
- Margareta Kiki Wahyu Lestari
- Fatma Nurhayati dan Fidella Citromulyo
- Alya Devina Fitriani
C. Peringkat Mahasiswa Angkatan 2023 dengan Nilai Tertinggi dalam Progress Test Tahun 2025:
- Keira Aiko Rahmadizza
- Salma Arifiani Khairunnisa
- Jovita Muliowidjojo dan Salsabila Intan Fazira
D. Peringkat Mahasiswa Angkatan 2023 dengan Kenaikan Nilai Tertinggi dalam Progress Test Periode Tahun 2024-2025:
- Amira Haliza Pawestri dan Claudia Jennifer Kusumawardani
- Salma Arifiani Khairunnisa
- Nadhifa Putri Asfari
E. Peringkat Mahasiswa Angkatan 2024 dengan Nilai Tertinggi dalam Progress Test Tahun 2025:
- Gabrielle Jordanna Sastaprijanka Simanungkalit
- Alifah Nur Aini
- Annisa Amalia Handayani
Yogyakarta – Departemen Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk pekerja di sektor penyelenggaraan makanan. Kali ini, kegiatan difokuskan pada peningkatan kesadaran serta kapasitas petugas katering dalam menerapkan prinsip gizi seimbang dan postur kerja ergonomis untuk mencegah gangguan muskuloskeletal akibat pekerjaan (Work-Related Musculoskeletal Disorders/WRMSD).
Work-Related Musculoskeletal Disorders/WRMSD merupakan salah satu penyebab disabilitas terbanyak kedua di dunia. Kondisi ini ditandai dengan nyeri otot, tulang, dan persendian yang dapat mengganggu produktivitas kerja hingga meningkatkan beban ekonomi individu maupun institusi. Studi-studi global menunjukkan tingginya prevalensi WRMSD pada pekerja industri katering dan restoran, termasuk di negara-negara Asia seperti China, Malaysia, dan Hong Kong. Meskipun dipengaruhi oleh usia dan kondisi kesehatan, WRMSD dapat dicegah melalui faktor yang dapat dimodifikasi, seperti penerapan ergonomi kerja yang tepat dan asupan gizi yang menunjang kesehatan muskuloskeletal.
Yogyakarta – Departemen Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk penguatan Kader Kesehatan Desa. Obesitas merupakan faktor risiko berbagai macam penyakit tidak menular (PTM) yang prevalensinya semakin meningkat di masyarakat. Sehingga, deteksi dini dan intervensi yang efektif adalah penting untuk meningkatkan kualitas hidup individu dan mengurangi biaya pengobatan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam penilaian status gizi pada kader kesehatan di Desa Girirejo, Imogiri, Bantul. Peserta kegiatan adalah 60 Kader Kesehatan di Desa Girirejo, Imogiri, Bantul. Program pengabmas dilaksanakan tanggal 10 Agustus 2025 dalam beberapa rangkaian kegiatan, meliputi pre-test, pemberian edukasi tentang penilaian status gizi dan makanan, praktik mandiri pengukuran tubuh untuk penilaian status gizi (meliputi tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas, lingkar pinggang, lingkar panggul, dan penentuan indeks-indeks ukuran badan), post-test dan feedback peserta, serta diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan kepada Desa Girirejo.
Yogyakarta – Departemen Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk penguatan Kader Kesehatan Desa.
Kader kesehatan merupakan seseorang yang dengan sukarela mau membantu masyarakat untuk bisa menolong dirinya sendiri dan berperan aktif dibidang kesehatan. Banyak orang menganggap bahwa pola hidup sehat adalah pola hidup yang sulit dijalani, disinilah peran kader kesehatan sangat diperlukan, oleh karena hal tersebut maka sangat perlu dilakukan peningkatan pengetahuan terkait pola hidup sehat pada kader kesehatan. Pengabmas ini bertujuan untuk memberikan edukasi pada para kader kesehatan tentang aktivitas fisik dan kebugaran dalam upaya untuk peningkatan pengetahuan kader kesehatan lebih professional sehingga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.
Yogyakarta, 26 Juli 2025 — Dalam rangkaian kegiatan pelatihan “Optimalisasi Peran Tenaga Kesehatan, Kader, dan Suami secara Hamemayu dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Ibu Hamil dan Pasca Melahirkan serta Tumbuh Kembang Bayi di Kabupaten Sleman”, salah satu materi yang mendapat perhatian besar adalah sesi bertajuk “Good Food, Good Mood” yang disampaikan oleh Nurina Umy Habibah, S.Gz., MS., dosen Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM.
Melalui paparannya, dijelaskan bahwa asupan gizi yang baik tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik ibu hamil, tetapi juga secara langsung memengaruhi kondisi psikologisnya. “Apa yang dimakan ibu tidak hanya membentuk tubuh janin, tetapi juga membentuk suasana hati dan ketahanan emosional ibu,” jelasnya.