Peringatan Hari Gizi Nasional tahun ini disemarakkan dengan kegiatan penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan secara meriah di Kabupaten Sleman. Acara penting ini diselenggarakan di bawah naungan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas kesehatan masyarakat. Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan edukasi gizi di lingkungan sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Sleman. Kehadiran organisasi profesi ini mempertegas komitmen praktisi kesehatan dalam mendukung program perbaikan gizi nasional secara berkelanjutan.

Peringatan Hari Gizi Nasional tahun ini disemarakkan dengan kegiatan penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan secara meriah di Kabupaten Sleman. Acara penting ini diselenggarakan di bawah naungan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas kesehatan masyarakat. Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan edukasi gizi di lingkungan sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Sleman. Kehadiran organisasi profesi ini mempertegas komitmen praktisi kesehatan dalam mendukung program perbaikan gizi nasional secara berkelanjutan.
Kegiatan edukatif tersebut menghadirkan dua pakar ternama dari Departemen Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai narasumber utama. Beliau adalah Dr. Rio Jati, MS dan Aviria Ermamilia, M.Gizi, RD, yang membagikan ilmu serta pengalaman mereka di bidang gizi klinis maupun masyarakat. Kedua pakar memaparkan materi dengan gaya bahasa yang mudah dipahami agar pesan kesehatan dapat diterima dengan baik oleh para audiens. Keterlibatan akademisi dari perguruan tinggi ternama ini memberikan validitas ilmiah yang kuat pada setiap materi yang disampaikan.
Peserta yang mengikuti agenda ini merupakan para siswa sekolah menengah yang tampak sangat antusias menyimak setiap sesi materi dari awal hingga akhir. Fokus utama yang disampaikan meliputi edukasi gizi seimbang untuk remaja serta penekanan mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri. Sosialisasi ini dianggap sangat mendesak guna mencegah masalah anemia dan stunting pada generasi masa depan sejak usia dini. Para siswa juga diberikan pemahaman praktis mengenai cara mengatur pola makan harian yang sesuai dengan kebutuhan energi usia pertumbuhan.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berjalan dengan sangat lancar dan tercipta suasana yang interaktif antara narasumber dan para siswa. Diskusi dua arah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya pola hidup sehat yang dimulai dari meja makan. Banyak peserta yang aktif berkonsultasi mengenai kebiasaan makan mereka dan langsung mendapatkan arahan medis dari narasumber. Keberhasilan acara ini menjadi tolok ukur positif bagi penyelenggaraan edukasi kesehatan serupa di masa yang akan datang.