Bagaimana Perilaku Mahasiswa Kesehatan di Lingkungan FK-KMK UGM terhadap Isu Food Waste?

Sisa pangan atau yang lebih akrab dengan istilah food waste merupakan salah satu masalah global yang menjadi prioritas penanganan dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) khususnya pada poin 12.3 yaitu mengurangi limbah sisa pangan secara global sebesar 50% per kapita baik di tingkat produsen maupun konsumen di tahun 2030. Menilik data pada dashboard Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional Tahun 2025, jumlah sampah yang berasal dari sisa makanan sebesar 40.68% dari total seluruh timbulan sampah secara nasional. Sementara itu, bersumber dari data yang sama, DIY khususnya Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta memiliki kontribusi sampah dari sisa makanan sebesar 46.49% dan 48.35% dari total timbulan sampah. Sebanyak 5% dari total sisa makanan yang terbuang berasal dari penyelenggaraan makanan seperti kantin, kafetaria, hotel, dan usaha makanan lainnya. Pengurangan limbah sisa pangan di tingkat produsen, secara khusus pada penyelenggaraan makanan tentunya tidak terlepas dari peran perilaku konsumen. Oleh karenanya, tim dosen Departemen Gizi Kesehatan Marina Hardiyanti, S.Gz., M.Sc bersama alumni dan mahasiswa Prodi S1 Gizi, Hanif Adinaya Pawestri, S.Gz., Satria Perdana S.Gz., Dietisien, dan Gisela Silverine Widyananda menginisiasi survei kepada 105 responden yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan dan program studi di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM yang menjadi konsumen kantin dan kafetaria di lingkungan kampus FKKMK untuk mengetahui gambaran perilaku mahasiswa terhadap food waste.

Dari survei ini didapatkan gambaran bahwa secara umum, 74.3% dari responden menunjukkan perilaku yang baik dengan tidak menyisakan makanan, sementara 23.8%nya masih menyisakan makanan hanya pada 1x waktu makan dan 1.9% lainnya menyisakan makanan >1x waktu makan. Sementara itu ketika diberikan pertanyaan tentang seberapa banyak porsi sisa makanan yang tidak habis pada waktu makan, 72.4% responden menyatakan selalu menghabiskan makanannya dan 27.6% masih menyisakan ¼ bagian makanan dengan 58% responden menyatakan bahwa sisa makanan yang paling banyak adalah dari jenis makanan pokok (nasi, mie, dll). Mayoritas mahasiswa (73%) terbuka untuk membawa pulang sisa makanannya yang tidak habis dan sebanyak 84% menyatakan kesediaan untuk mendonasikan makanan berlebih layak konsumsi. Sementara itu, >70% mahasiswa menunjukkan bahwa mereka akan berupaya untuk mengendalikan diri dari membeli makan secara berlebihan sebagai strategi untuk mencegah terjadinya food waste.

Hasil survei ini dapat menjadi dasar untuk civitas akademika FK-KMK untuk mengembangkan penelitian longitudinal yang lebih berdampak dalam upaya penurunan dan pencegahan food waste dan menciptakan lingkungan yang lebih sadar dengan konsumsi dan produksi makanan yang bertanggung jawab.

 

Reference:

https://portal-sipsn.kemenlh.go.id/data/sumber-sampah 

 

SDGs 12,  Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab

Kontributor: Marina Hardiyanti, Hanif Adinaya Pawestri, Satria Perdana, Gisela Silverine W.