Perubahan iklim merupakan salah satu tantangan global paling mendesak yang memberikan dampak nyata terhadap sistem pangan dunia. Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) tahun 2023 menyebutkan bahwa perubahan iklim telah memengaruhi sistem pangan global, di antaranya memengaruhi produktivitas tanaman, ketersediaan pangan, dan harga bahan makanan pokok. Di Indonesia, krisis ini diperparah dengan ketergantungan pada pangan impor dan rendahnya diversifikasi pangan lokal. Padahal Indonesia memiliki 77 jenis pangan sumber karbohidrat, 75 jenis sumber protein, 228 jenis sayuran, dan 389 jenis buah-buahan yang dapat dimanfaatkan secara optimal.
Arsip:
SDGs 12
Krisis iklim saat ini bukan lagi isu perubahan cuaca mendadak, melainkan sebuah ancaman yang berdampak luas terhadap aspek kehidupan, termasuk sosial, ekonomi, kesehatan, dan ketahanan pangan. Bencana cuaca ekstrem seperti kekeringan, kebakaran hutan, dan banjir tidak hanya mengganggu aktivitas fisik manusia serta menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga secara langsung mengganggu stabilitas sistem pangan dan memperburuk kesehatan mental masyarakat. Meningkatnya kasus eco-anxiety serta kelangkaan pangan di berbagai wilayah menjadi bukti nyata bahwa dampak krisis iklim telah dirasakan secara langsung.