Sinergi Edukasi Gizi dan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Warnai Kegiatan di Kotabaru

Kegiatan Pelatihan Alih Teknologi dan Informasi (ATI) Pengolahan Hasil Perikanan telah sukses diselenggarakan pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Acara edukatif ini dilaksanakan secara luring di Kantor Kelurahan Kotabaru yang beralamat di Jalan Juwadi Nomor 29, Kotabaru, Kota Yogyakarta. Pada edisi pelatihan kali ini, penyelenggara mengangkat sebuah topik utama yang sangat penting, bertajuk “Makan Ikan Sejak Dini untuk Generasi Sehat dan Cerdas.” Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ini berjalan dengan sangat lancar dari sesi pembukaan hingga penutupan. Selain itu, pelaksanaan acara juga diwarnai dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta yang hadir untuk memperdalam keterampilan mereka.

Pelatihan pengolahan hasil perikanan ini menghadirkan narasumber ahli dari Departemen Gizi, yaitu Dr. Fatma Zuhrotun Nisa, STP, MP. Kehadiran pakar gizi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap SDGs nomor 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan pendidikan inklusif dan kesempatan belajar seumur hidup. Melalui forum ini, pemerintah berkomitmen penuh untuk memberikan ilmu dan materi yang berkualitas kepada masyarakat agar mereka semakin berdaya. Dalam paparannya, Dr. Fatma tidak hanya berfokus pada teknis pengolahan ikan semata, tetapi juga turut membawakan materi kesehatan secara general. Pendekatan kesehatan yang holistik ini sangat sejalan dengan misi SDGs nomor 3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera, guna menjamin kehidupan sehat bagi semua kalangan.

Mengonsumsi ikan sejak usia dini memiliki peran yang sangat fundamental dalam menunjang pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak-anak. Oleh karena itu, materi pelatihan ATI ini sangat relevan dengan upaya pemerintah dalam merealisasikan target SDGs nomor 2, yaitu Tanpa Kelaparan (Zero Hunger). Kegiatan ini menjadi langkah edukasi yang strategis untuk mencapai ketahanan pangan serta pemenuhan nutrisi yang lebih baik di lingkungan keluarga. Peserta diajarkan bahwa ikan merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi yang dapat diolah menjadi beragam hidangan lezat dan disukai anak. Melalui keterampilan inovasi pengolahan yang baru, masyarakat secara tidak langsung turut mendukung sistem pertanian berkelanjutan yang memperkuat ketahanan pangan lokal.

Aspek lain yang tidak kalah penting dalam pelatihan ini adalah edukasi mengenai tata cara pemanfaatan sumber daya perikanan secara bijak. Pembahasan komprehensif tersebut bertujuan untuk menyukseskan program global dalam kerangka SDGs nomor 12, yakni Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Melalui arahan yang diberikan, para peserta dibimbing untuk menjamin pola konsumsi dan produksi berkelanjutan agar kelestarian ekosistem tetap terjaga dengan baik. Teknologi pengolahan ikan yang diajarkan dalam pelatihan ATI ini juga didesain untuk memaksimalkan bahan baku sehingga dapat mengurangi limbah sisa makanan. Harapannya, bekal pengetahuan dari kegiatan ini dapat segera diaplikasikan oleh warga Kotabaru demi mewujudkan generasi masa depan yang tangguh, cerdas, dan peduli lingkungan.