Sinergi FK-KMK UGM dan RS Jejaring dalam Percepatan Pemulihan Kesehatan Pascabanjir Aceh

Ahli gizi dari Departemen Gizi FK-KMK UGM, Satria Perdana, S.Gz., Dietisien., resmi bergabung dalam tim Academic Health System (AHS) untuk membantu penanganan medis pascabanjir di Aceh. Keikutsertaan tenaga ahli ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pencapaian SDGs nomor 2 mengenai Tanpa Kelaparan atau Zero Hunger. Tim berupaya memastikan bahwa status gizi para penyintas bencana tetap terjaga meski berada dalam kondisi darurat yang serba terbatas. Fokus utama mereka adalah mencegah terjadinya malnutrisi akut yang sering menyerang kelompok rentan di lokasi pengungsian. Sinergi ini menunjukkan komitmen universitas dalam merespons krisis kemanusiaan melalui pendekatan keilmuan yang tepat sasaran.

Kegiatan penerjunan ini dilaksanakan selama kurang lebih sembilan hari, terhitung sejak Minggu, 14 Desember 2025 hingga 22 Desember 2025. Seluruh rangkaian aksi kemanusiaan tersebut dipusatkan di RSUD dr. Mochtar Hasbi, Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Kehadiran tim di lokasi ini sangat krusial untuk mempercepat pemulihan kesehatan masyarakat yang terdampak luapan air. Selain aspek pangan, tim juga memperhatikan SDGs nomor 6 terkait Air Bersih dan Sanitasi yang Layak bagi pengungsi. Akses terhadap air bersih menjadi fondasi utama agar asupan gizi yang diberikan tidak terhambat oleh risiko penyakit penyerta.

Tim yang berangkat merupakan Tim ke-IV AHS yang dipimpin langsung oleh Sutono, S.Kp., M.Kep., M.Sc. dari program studi Ilmu Keperawatan, FK-KMK UGM. Delegasi ini terdiri dari 12 personel, termasuk ketua tim dan 11 anggota yang berasal dari berbagai disiplin ilmu kesehatan. Anggota tim meliputi 2 dokter spesialis, 2 dokter umum, 3 perawat, 1 apoteker, 1 ahli gizi, 1 sanitarian, dan 1 teknisi. Seluruh personel berasal dari RS jejaring yang tergabung dalam AHS UGM dan FK-KMK UGM yang telah memiliki kompetensi dalam manajemen bencana. Kolaborasi multidisiplin ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan terintegrasi di lapangan.

Puji syukur, seluruh kegiatan berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan yang berarti bagi para relawan. Ahli gizi mengemban tugas sebagai tim technical support bagi tim medis dalam memberikan asupan gizi. Ahli gizi juga aktif memberikan edukasi serta konseling gizi langsung kepada para pengungsi di posko pengungsian. Tak hanya itu, edukasi khusus diberikan pada salah satu dapur umum guna menjamin keamanan serta kualitas pangan yang disajikan. Upaya ini merupakan manifestasi dari SDGs nomor 3, yaitu menjamin Kehidupan Sehat dan Sejahtera bagi seluruh korban bencana.