Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta telah sukses menyelenggarakan Kegiatan Pembekalan Duta Gemarikan DIY. Acara penting ini dilaksanakan secara luring pada hari Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di Ruang Rapat “Cakalang” Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Pada kesempatan kali ini, agenda utama berfokus pada pembahasan krusial dengan mengangkat topik “Gizi Ikan dan Pencegahan Stunting.” Secara keseluruhan, kegiatan pembekalan tersebut berjalan dengan sangat lancar dari awal pembukaan hingga sesi penutupan. Selain itu, suasana ruangan dipenuhi dengan antusiasme yang luar biasa dari seluruh peserta yang hadir.

Acara pembekalan ini menghadirkan seorang pakar ternama sebagai narasumber utama, yakni Dr. Fatma Zuhrotun Nisa, STP, MP dari Departemen Gizi. Kehadiran beliau bertujuan untuk membagikan wawasan mendalam serta memberikan ilmu dan materi yang berkualitas kepada masyarakat. Langkah strategis berupa transfer pengetahuan ini sangat sejalan dengan upaya pencapaian SDGs nomor 4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Melalui kegiatan edukatif tersebut, pemerintah daerah turut berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan inklusif sekaligus membuka kesempatan belajar seumur hidup. Harapannya, ilmu literasi gizi yang didapatkan oleh para duta dapat disebarluaskan kembali ke lingkungan sekitarnya secara efektif.
Dalam sesi pemaparannya, Dr. Fatma tidak hanya berfokus pada intervensi stunting, tetapi juga membawakan materi kesehatan secara general. Edukasi kesehatan yang menyeluruh ini merupakan bentuk implementasi nyata dari SDGs nomor 3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being). Melalui pemahaman pemenuhan gizi yang tepat, program ini memiliki misi berkelanjutan untuk menjamin kehidupan sehat bagi semua. Peserta dibekali fakta ilmiah bahwa nutrisi pada ikan sangat krusial dalam mendukung tumbuh kembang anak demi memutus mata rantai stunting. Dengan pemahaman ini, masyarakat dapat secara proaktif membangun ketahanan fisik untuk mencegah berbagai risiko gangguan kesehatan di masa depan.

Di samping manfaat kesehatan spesifik tersebut, kampanye gemar konsumsi ikan ini juga menyoroti tata cara pengelolaan bahan pangan laut dan tawar. Pembahasan komprehensif ini berkaitan erat dengan perwujudan target SDGs nomor 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production). Melalui pilar tersebut, pemerintah mengedukasi masyarakat luas untuk menjamin pola konsumsi maupun produksi sektor perikanan yang berkelanjutan. Para Duta Gemarikan diajak untuk mensosialisasikan cara memilih produk pangan perikanan yang berkualitas tanpa merusak ekosistem lingkungan asal. Pada akhirnya, keseimbangan antara peningkatan asupan gizi harian dan pelestarian alam akan menciptakan ketahanan pangan yang kuat bagi Yogyakarta.